Opini

Pro Kontra RUU Ketahanan Keluarga

Pro Kontra RUU Ketahanan Keluarga

Opini
Penulis Oleh: Aisyah Karim (Lingkar Studi Perempuan dan Keluarga) Lima anggota DPR mengusulkan RUU Ketahanan Keluarga. Mereka adalah Ledia Hanifa dan Netty Prasetiyani (PKS), Ali Taher (PAN), Sodik Mudjahid (Gerindra) dan Endang Maria Astuti (Golkar). RUU ini dibuat berangkat dari kepedulian terhadap tingginya tingkat persoalan disharmonisasi keluarga di Indonesia. Untuk itu perlu ada undang-undang agar persoalan ketahanan keluarga dapat menjadi jalan lain pemecahan berbagai persoalan sosial di ruang lingkup keluarga. Faktanya kondisi sosial kita menunjukkan betapa rapuhnya kondisi objektif didalam dunia perkawinan. Di Aceh sendiri Tren angka perceraian terus meningkat tiap tahun dan mayoritas dilakukan oleh pasangan wanita (istri) terhadap pria atau cerai gugat. Menurut data Mahkam...
Islam, Solusi Era Disrupsi

Islam, Solusi Era Disrupsi

Opini
Oleh : Aras Almustanirah PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) massal yang melanda ratusan karyawan PT. Karyadibya Mahardika (KDM) Kabupaten Pasuruan cukup mengejutkan. Apalagi, itu terjadi tak lama setelah akuisisi perusahaan Jepang, Japan Tobacco. Per Senin, 3 Februari 2020, sekitar 800 lebih karyawan di-PHK oleh manajemen perusahaan. Selain poduksi yang menurun, besaran UMK yang dirasa terlalu tinggi disebut-sebut sebagai alasannya. (Wartabromo.com, 04/02/2020) Hal yang sama juga terjadi pada PT Indosat Tbk, yang mengakui telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 677 karyawannya pada Jumat (14/2). Perusahaan menyebut PHK tersebut merupakan langkah dari upaya transformasi perusahaan untuk bertahan di era disrupsi. (Mediaindonesia.com, 15/02/2020) Imbasnya ratusan bahkan ...
Menanti Sikap Pemimpin Aceh Soal Genosida Muslim India

Menanti Sikap Pemimpin Aceh Soal Genosida Muslim India

Opini
Penulis Oleh : Aisyah Karim (Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban) Minggu berdarah di India, kengerian berlangsung 3 hari sejak 23/2/2020 dan mengalami eskalasi ketika presiden AS, Donald Trump berkunjung selama dua hari. Pengesahan Amandemen Undang-undang Kewarganegaraan India (CAB) pada Desember 2019 menjadi polemik dan memicu kerusuhan antara pemeluk Hindu dan Islam di New Delhi, India. Parlemen India menerbitkan undang-undang yang akan memberikan kewarganegaraan India kepada para imigran dari tiga negara tetangga- Pakistan, Afghanistan, Bangladesh kecuali jika mereka adalah Muslim. Amendemen Kewarganegaraan yang kontroversial ini dinilai mempercepat perolehan status kewarganegaraan bagi penganut agama minoritas, termasuk Hindu, Sikh, Budha, Jain, Parsis...
Toleransi Kebablasan

Toleransi Kebablasan

Opini
Oleh ; Rini Heliyani, S. Pd (Penggiat Literasi Aceh) Rencana pembangunan terowongan antara Mesjid Istiqlal Jakarta dengan Gereja Katedral disambut baik oleh kedua agama,yaitu Islam dan Kristen. Diharapkan pembangunan terowongan yang menghubungkan kedua tempat ibadah tersebut menjadi ikon toleransi beragama dan kerukunan beragama di Indonesia. Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Kepala Humas Mesjid Istiqla, Abu Hurairah, mengatakan “Terowongan itu nanti bisa dijadikan ikon toleransi agama di Indonesia, kata Abu (Republika.co.id, 7/2/20). Rencana pembangunan terowongan yang dinamakan terowongan silaturahmi juga disambut baik oleh Presiden Jokowi dan disetujui pembangunannya seiring dengan renovasi mesjid Istiqlal yang sudah mulai dilakukan sejak Mei 2019. Jokowi mengatakan terowong
Kenapa Ummat Islam Terus Tertindas di India?

Kenapa Ummat Islam Terus Tertindas di India?

Opini
Nahdoh Fikriyyah Islam/ Dosen dan Pengamat Politik Kaum muslimin kini kembali berduka. Dunia dikejutkan dengan aksi brutal hindu ekstrimis dari pendukung partai BJP yang sekarang memimpin India di bawah PM Narendra Modi. Hingga hari ini, korban dikebarkan telah mencapi 30 an lebih menurut beberapa referensi yang bisa dipercaya. Bahkan penuturan dari warga sekitar kejadian (Shaheen Bagh) mengatakan per 27 Februari 2020 kemarin, telah mencapai 35 korban jiwa, dengan lebih 185 korban luka-luka akibat serangan para perusuh. Tentu kejadian ini melukai hati semua ummat islam di dunia. Apalagi selama ini, konflik yang cenderung terdengar hanyalah berada di perbatasan, yaitu Kashmir. Konflik yang terus bergejolak selama lebih dari 70 tahun. Bahkan PBB sendiri tidak punya solusi untuk menghen...
Menguji Keampuhan Mantra Sakti “Pariwisata Adalah Kunci Pertumbuhan Ekonomi”

Menguji Keampuhan Mantra Sakti “Pariwisata Adalah Kunci Pertumbuhan Ekonomi”

Opini
Ummu Khansa (Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban) Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pariwisata menargetkan 1.000 kegiatan kepariwisataan sepanjang 2020 guna menarik kunjungan wisatawan ke ibu kota Provinsi Aceh tersebut. Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Iskandar mengatakan dari 1.000 kegiatan tersebut, 16 di antaranya masuk dalam kalender resmi (republika.co.id 19/2/2020). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh terus menggenjot Pariwisata di Bumi Serambi Mekkah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Tahun ini, Aceh menargetkan jumlah kunjungan wisatawan lebih dari 2,5 juta kunjungan. Terjadi kenaikan target wisatawan sebesar 4 persen atau sebesar 100 ribu wisatawan. Pada 2019, Disbudpar sendiri memasang target 2,5 juta wisatawan. Dinas Kebuda
Saatnya Meninggalkan Sekulerisme Yang Menjadikan Islam  Sebagai Sumber Masalah Bangsa

Saatnya Meninggalkan Sekulerisme Yang Menjadikan Islam Sebagai Sumber Masalah Bangsa

Opini
Oleh: Mauiza R. Al-Mukhtar (Aktivis dakwah Peduli Umat) Akhir-akhir ini dikejutkan dengan pernyataan ketua Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) yang baru saja diangkat, Yudian Wahyudi Rektor UIN Sunan Kalijaga yang sudah mengeluarkan pernyataan kontoversi, yaitu: pernyataan bahwa “agama adalah musuh besar dari Pancasila”. (www.voaislam.co.id,12/2/2020). Pernyaan ini sungguh sangat manyakiti umat beragama terutama umat Islam yang ada di Indonesia dan tentunya pernyataan ini merupakan pernyataan sesat yang tidak berdasar. Saat umat Islam dan tokoh dari berbagai elemen masyarakat Indonesia mengecam pernyataan tersebut, ironinya pihak istana kepresidenan malah membela pernyataan Yudian Wahyudi. Melalui staf kepresidenan Moeldoko meyakini Yudian tak bermaksud menyudutkan bahwa agam
BULLIYING – PROBLEM AKUT GENERASI SEKULER

BULLIYING – PROBLEM AKUT GENERASI SEKULER

Opini
Penulis Oleh: Nahda (Praktisi Pendidikan) Praktik Bulliying belakangan ini makin marak terjadi. Sayangnya meski sudah terjadi berulang kali praktik perundungan ini, tapi seperti tak ada solusi tuntas. Orang tua, sekolah, lingkungan apalagi Negara seperti abai terhadap realita ini. Bullying ini sebenarnya sudah lama berlangsung, Namun fakta-fakta yang terkuak satu demi satu menambah pilu nasib generasi hari ini. Bullying Produk nyata generasi sekuler Sebagaimana yang diwartakan Kompas. kom,13/2/20, dalam video viral berdurasi 28 detik tersebut, tampak tiga orang siswa laki-laki tersenyum sumirgah merundung seorang siswa perempuan. Mereka menendang dan bahkan memukul si korbanya dengan gagang sapu di dalam kelas. Korban yang tampak tidak berdaya hanya dapat menundukkan kepala ...
Bonus Demografi : “Mengusir” Bukan Solusi

Bonus Demografi : “Mengusir” Bukan Solusi

Opini
Penulis Oleh : Aisyah Karim (Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban) Propinsi Aceh sudah memasuki masa bonus demografi. Artinya, sejak 2020 hingga 2035 Aceh memiliki jumlah penduduk usia produktif (16-40) lebih dari 50%. Di tengah minimnya lapangan kerja, kondisi ini akan menjadi ancaman serius bagi stabilitas Aceh. Perebutan sumber-sumber ekonomi akan sulit dihindari. Kriminal ringan sampai serius, akan terjadi (acehtrend.com 15/02/2020). Mantan Plt Kepala Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA), Azhari Idris berpendapat, bonus demografi harus menjadi momentum bagi Pemerintah Aceh untuk “mengusir” sebanyak-banyaknya mereka yang berada di usia produktif ke luar Aceh. Mereka harus dikirim keluar untuk bertarung di berbagai industri besar yang membutuhkan tenaga kerja terlatih dengan kea
Ulama : Lentara Yang Dirindukan

Ulama : Lentara Yang Dirindukan

Opini
Penulis Oleh :Aisyah Karim (Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Sejumlah ulama kharismatik di Aceh mengikuti acara Muzakarah Ulama ke- VIII sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,  yang dipusatkan  di Dayah Bustanul Huda atau dayah Abu Paya Pasi,  Kecamatan Julok, kabupaten Aceh Timur,  Minggu (09/02/2020). Peserta muzakarah kali ini juga dihadiri berbagai jamaah dipelosok Aceh Timur  dan berbagai ormas dan lembaga. Muzakarah ini turut juga dihadiri oleh Anggota DPD RI H Sudirman (Haji Uma). Sejumlah unsur Forkompimda Aceh Timur, perwakilan OPD, Dan para pejabat dari kabupaten kota lainnya (acehsatu.com 10/2/2020). Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman (Haji Uma) juga berharap hasil dari pada muzakarah ulama nantinya bisa menjadi referensi untuk m...