Shadow

Lathanudnas Perkasa C T.A 2020 Melibatkan Hanud Pasif PT. Petra Arun Gas Lhokseumawe


Lhokseumawe — Latihan Pertahanan Udara Nasional (Lathanudnas) Perkasa C tahun anggaran 2020 melakukan Latihan dalam Rangka Menangkal serangan Udara di Area Pabrik kilang PT Petra Arun Gas (PAG) Lhokseumawe, Kamis (27/2/20).

Lathanudnas perkasa C tahun 2020 dibuka oleh Panglima Komando Pertahanan Nasional (Pangkohanudnas) Marsda TNI Imran Baidirus, S.E di Jakarta via Streaming Rabu (26/2/2020).

Latihan ini di kemas secara dramatis dengan kronologis negara asing melakukan serangan udara dengan maksud untuk melakukan pengintaian dan penyusupan untuk niat menghancurkan obvitnas.

Pesawat musuh menjatuhkan bom di area tangki LNG bundwall F-6001 yang mengakibatkan kebocoran pipa sehingga menimbulkan kebakaran hebat.

Tim fire brigade dan tim internal PT PAG beraksi dengan cepat memadamkan api dengan mobil pemadam dan fixed antara lain water truck, fire comando dan fire fighting lainnya.

Dalam simulasi ini juga dilibatkan tim medis dimana mobil ambulance dipersiapkan untuk mengevakuasi korban dari serangan udara tersebut.

Komandan Satuan Radar (Dansatrad) 231 Lhokseumawe Mayor Lek Ardi Yunarko melalui Kolonel Arhanud Sjahrir Rijadi yang juga menjabat sebagai Asisten Khusus Matra Darat mengatakan Latihan pertahanan Udara Nasional (Lathanudnas) perkasa dilakukan dalam Rangka Menangkal serangan Udara dari musuh.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kohanudnas yang berkedudukan di jakarta dan melibatkan satuan yang mempunyai kekuatan unsur Hanud, dalam hal ini ada Den Arhanud Rudal 001, Kapal Republik Indonesia (KRI) Silas Papare 386 yang berada di Perairan Belawan dan Hanud pasif yang melibatkan PT Petra Arun Gas.

Dalam pengertian TNI-AD, senjata artileri meliputi Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) dan Artileri Medan (Armed), dimana Armed berfungsi menghancurkan sasaran di darat, sedangkan Arhanud berfungsi menghancurkan sasaran di udara Termasuk dalam Arhanud adalah meriam dan peluru kendali anti pesawat udara.

“Jadi tugas pokok Arhanud dalam hal ini Denrudal 001 adalah untuk melindungi objek vital nasional dari ancaman serangan udara musuh seperti kilang minyak PT PAG dan Bandara. Kami siap menjaga jangan sampai pesawat musuh bisa masuk atau melintasi objek vital, bila perlu kita harus bisa menghancurkan terlebih dahulu pesawat musuh sebelum melintasi objek vital” pungkas Kolonel Arh Sjahrir selaku pengawas pengendali latihan hari ini.

Director ECC Commander PT PAG Dody Noza mengapresiasi latihan yang dilakukan oleh Kohanudnas beserta unsur yang terlibat dan tentunya kami sangat berbesar hati karena PAG ini merupakan salah satu objek vital nasional, jadi tentunya kami membutuhkan kerja sama dari pihak pengaman seperti TNI/Polri dan seluruh kesatuan keamanan yang ada di sekitar Lhokseumawe.

“Tadi kami melibatkan seluruh pekerja yang ada dilingkungan bagimana kita mensimulasi jika ada serangan seperti itu bagaimana mengevakuasi pekerja, mengamankan dokumen-dokumen dan pabrik yang bisa dikoordinasi secara terpadu tentunya”.

“Harapannya Operasi PAG di daerah Lhokseumawe ini dapat berjalan baik dan lancar Yang mana juga berkaitan dengan pendapatan nasional secara umum,” pungkas director Dody. (RB)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x